Selasa, 01 Januari 2019

Erupsi Gunung Anak Krakatau

Erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi dan membahayakan penerbangan. Hal itulah yang dinyatakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. BMKG menyatakan bahwa erupsi yang terjadi pada anak gunung krakatau sangat membahayakan penerbangan shingga dapat menyulitkan pengecekan secara langsung yang akan dilakukan oleh Badan meteorologi, Klimatologi, dan geofisika melalui udara.
Erupsi Gunung Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau

Maka, untuk smeentara itu, pemantauan kondisi erupsi gunung anak krakatau akan dilakukan melalui satelit himawari. Dwikorita Karnawati , Kepala BMKG menerangkan bahwa sampai dau kali ini pihaknya hampir mencapai gunung anak krakatau namun dikarenakan awan yang tebal dan pada hari pertama kaca pesawt terkna partikel dari abu erupsi gunung anak krakatau.

Sehingga pihaknya bersama TNI menyatakan bahwa partikel debu erupsi tersebut dapat membahayakan mesin pesawat, maka pihaknya dan TNI memutuskan untuk segera kembali. Sebelumnya, BMKG bersama TNI tengah berusaha untuk memeriksa secara langsung kondisi terkini dari tebing kawah gunung anak krakatau yang mengalami erupsi. Namun, dikarenakan material vulkanik dan abu yang dikeluarkan akibat erupsi menyebabkan pesawat kesulitan untuk mendekati.

Senin, 31 Desember 2018

Bantuan Bulog Korban Tsunami

Korban Tsunami akhirnya mendapatkan bantuan logistik. Perum Bulog akan mengeluarkan CBP atau cadangan ebras pemeritnah minimal sebesar 200 ton untuk setiap provinsi dan sekitar 100 ton untuk kabupaten atau Kota untuk para korban bencana dan tsunami yang terjadi di Lampung dan Banten.

Korban Tsunami
Korban Tsunami

Alokasi beras untuk korban tsunami tersebut sudah disiapkan guna memenuhi segala macam kebutuhan tanggap darurat yakni seperti bencana alam dan juga antisipasi rawan pangan. Budi Waseso, Direktur umum Perum Bulog menerangkan bahwa pasokan beras buloh juga dapat ditambahkan apabila jumlah beras awal yang diglontorkan kurang memenuhi kebutuhan untuk korban bencana Tsunami lampung dan banten.

Budi Waseso juga menuturkan bahwa Bulog menyatakan siap untuk menambah Cadangan beras pemerintah sesuai dengan permintaan dari Pemerintah. Bulog juga menyiapkan segala kebutuhan pangan yang lain seperti daging beku, Gula Pasir, Minyak goreng, tepung terig,, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya. Menurut Budi Waseso, stok beras yang ada di gudang BUlog DKI Jakarta dan Banten serta Gudang Bulog Lampung pada saat ini tercatat mencapai sebesar 370.000 ton beras.

Berapa Korban Tsunami Anyer

Korban Tsunami Anyer masih terus berjatuhan, banyak diantaranya masih hilang, ratusan korban tewas, dan puluhan ribu orang mengungsi akibat terjangan tsunami yang menghantam banten dan Lampung. Banyaknya korban yang berjatuhan tentunya sangat menyisahkan pilu bagi rakyat Indonesia khususnya keluarga yang ditinggalkan.
Korban Tsunami Anyer
Korban Tsunami Anyer

Untuk itu, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kepada BMKG (bdan meteorologi, klimatologi, dan Geofisika untuk dapat membeli dan menyediakan suatu peralatan yang dapat mendeteksi dini adanya gelombang tsunami atau yang biasa disebut sebagai early warning system. Pengadaan alat ini sangat diperlukan untuk dapat mencegah jatuhnya banyak korban ketika terjadi bencana tsunami di masa yang akan datang.

Presiden Joko Widodo menyatakan jika dirinya memerintahkan kepada bdan meteorologi, klimatologi, klimatologi geofisika untuk membeli sejumlah alat yang dapat mendeteksi atau memberi peringatan - peringatan dini / early warning system kepada masyarakat akan terjadinya suatu bencana dalam hal ini tsunami. Sebelumnya, BMKG telah mencatatkan adanya gelombang tsunami yang secara bersamaan datang dengan gelombang pasang laut yang diakibatkan oleh fenomena alam atmosferik bulan purnama pada tanggal 22 Desember yang lalu. Tsunami tersebut diduga dipicu karena longsornya lereng gunung anak krakatau ayng memicu aktivitas vulkanik.

Himbauan Tsunami Selat Sunda

Tsunami Selat Sunda telah berakhir namun BMKG tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjauhi bibir pantai dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer dikarenakan gelombang besar masih menghantui kawasan terdampak tsunami selat sunda yang terjadi sabtu tanggal 22 Desember 2018 yang lalu.
Tsunami Selat Sunda
Tsunami Selat Sunda

BMKG (badan meteorologi, klimatologi dan geofisika) meminta kepada masyarakat untuk dapat menghindari lokasi dan pesisir pantai di sekitaran selat sunda dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer. Selain dari itu, Badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika juga membeirkan peringatan terkait potensi terjadinya gelombang tinggi yang dapat terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Adapun wilayah yang berpotensi terjadi gelombang tinggi adalah sebagai berikut.

a. Berpotensi terjadi gelombang tinggi 1,25 meter sampai 2,5 meter:
- Peraiaran Amamapare-Agats
- Laut Selawesi
- Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud
- Laut maluku Bagian Utara
- Perairan Halmahera
- Perairan Rajaampat 
- Perairan Utara Jayapura-Sarmi
- Perairan Selatan Ambon
- Perairan Selatan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar
- Perairan Kepulauan Kei-Aru
- Peraiaran Fakfak-Kaimana
- Selat Sunda Bagian Selatan
- Samudera Hindia Selatan Jawa hingga NTT
- Perairan utara Sabang - barat Aceh, hingga Kepulauan Mentawai
- Perairan Enggano-Bengkulu hingga barat Lampung
- Samudera Hindia Barat Sumatera
- Perairan Utara Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna
- Perairan Kepulauan Baubau-Kepulauan Wakatobi
- Laut Arafuru
- Laut Banda Bagian Utara


b. Berpotensi terjadi gelombang tinggi 2,5 meter sampai 4 meter:
- Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua
- Perairan utara Manokwari
- Perairan utara Biak

Dwikorita Karnawati kepala BMKG dalam jumpa pers di gedung BMKG 25/12 menyatakan bahwa pihaknya meminta kepada kepada masyarakat agar tetap waspada dan menghindari lokasi disekitaran pesisir dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer. Dwikorita Karnawati juga menyatakan bahwa pada saat ini masih ada potensi interaksi yang terjadi antara kondisi erupsi vulkanik gunung anak krakatau yang dapat mengakibatkan getaran dan juga terjadinya potensi cuaca yang ekstrem.

Bagaimana Wisata Lampung Selatan

Sejumlah Kawasan Wisata Lampung Selatan terkena dampak dari Tsunami selat sunda yang melanda Banten dan lampung. Sejumlah tempat wisata tersebut dipastikan menjadi lumpuh akibat adanya bencana tsunami yang terjadi pada sabtu malam tanggal 22 Desember 2018 yang lalu. Sejumlah kerusakan yang umum terjadi adalah fasilitas atraksi, tempat akomodasi dan juga akses jalan di sekitar lokasi wisata lampung selatan.
Wisata Lampung Selatan
Wisata Lampung Selatan

Guntur Sakti, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan merangkap juga sebagai Ketua Tim Tourism Crisis Center (TCC) menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan kegiatan monitoring dan pendataan mengenai dampak tsunami yang menerjang Banten dan juga Lampung pada tanggal 22 Desember 2018 yang lalu terhadap sektor pariwisara di sekitar wilayah terdampak tsunami.

Menurut Guntur Sakti, dari data yang ada dan dihimpun oleh tim dari Tourism Crisis Center Lapung Selatan telah diketahu sebanyak 3 hal utama terkait sektor pariwisata yakni 3A yaitu atraksi, amenitasm dan aksesibilitas Lampung Selatan yang terkenda dampak tsunami.

Minggu, 09 Desember 2018

Bulog Beli Di Atas Harga Acuan Beras

Harga Acuan Beras yang dipakai oleh Perum Bulog adalah dengan cara membeli beras diatas harga pembelian pemerintah atau HPP. Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengaku telah menyetujui permintaan Perum Bulog untuk dapat membeli beras diatas HPP atau harga pembelian pemerintah. Dengan disetujuinya kebijakan ini maka Perum Bulog akan lebih leluasa dalam menjalankan suatu perdagangan beras cadangannya.
Harga Acuan Beras
Harga Acuan Beras

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian juga menyatakan bahwa dengan adanya kebijakan ini maka Perum Bulog harus bersiap - siap menghadapi suatu konsekuensi yang akan terjadi atas permintaannya tersebut. Konsekuensi yang mungkin terjadi jika bulog membeli beras diatas harga pembelian pemerintah adalah harus siap menghadapi proses audit oleh BPK atau badan pemeriksaan keuangan Republik Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian juga mengatakan bahwa Perum Bulog harus bertanggung jawab terhadap audit BPK tanpa melibatkan pihak dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Darmin Nasution juga menyebutkan bahwa dengan disetujuinya permintaan ini maka bulog menerima konsekuensi membeli beras dengan harga mahal jika sedang mahal, dan kalau murah maka perum bulog membeli dengan harga murah. Dan jika Perum Bulog berani menghadapi Audit BPK maka tidak menjadi persoalan jika memakai kebijakan HPP tersebut.

Dibalik Indeks Kelola Katadata

Indeks Kelola Katadata telah diluncurkan oleh kanal baru milik katadata yakni KIC atau singkatan dari Katadata Insight Center. Fungsi dari Indeks kelola katadata adalah untuk mengukur suatu efektivitas dalam hal penggunaan APBD (anggaran pendapatan dan Belanja Daerah) yang dikelola oleh Pemerintah daerah atau Pemda. Dengan adanya indeks tersebut, bisa dijakdikan acuan untuk memberikan suatu penghargaan kepada sebanyak 66 Pemeritnah daerah yang mampu mengelola anggaran pendapatan dan belanja daerah dengan cara yang paling efektif.
Indeks Kelola Katadata
Indeks Kelola Katadata

Gumilang Aryo Sahadewo, Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM (Univeritas Gadjah Mada) menyebutkan bahwa fungsi dari indeks kelola adalah memberikan insentif pada pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas anggaran dan juga sejumlah program untuk mencapai outcome (hasil) pada bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan juga kesejahteraan.

Untuk diketahui, Indeks kelola ini adalah hasil kerja dari Katadata Insight Center, Jari Ungu, dan para ahli ekonomi independent yang ahli dalam bidangnya. Sementara itu, Indeks kelola juga diawaki oleh tim sejumlah ahli seperti kepala pemantauan dan evaluasi TNP2K (Tim Nasonal Percepatan Pemberantasan Kemiskinan) yakniDr. Elan Satriawan, M.Ec, lalu ada Dr. Rimawan Pradityo, M.Sc, Dosen FEB UGM, dan juga Dr. Gumilang Aryo Sahadewo, M.A.